Regarding Reincarnating to Slime bahasa indonesia Chapter 34
Chapter 34 Pecahnya Perang
Tensei Shitara Slime Datta Ken
Penerjemah : Lui Novel
Editor :Lui Novel
Hari itu, pasukan orc memenuhi rawa dengan ribuan
pasukannya.
Jika kau melihatnya dari atas, kau melihat terowongannya
dipenuni oleh pasukan seperti badai yang tiada henti.
Bagaimanapun juga, mereka yang sekarang adalah bagian kecil
dari pasukannya.
Para orc memutuskan untuk menginvasi dengan mengelilingi
danau.
Dengan ketahanan yang sedikit mereka menguasai rawa
dan berlanjut ke gua nya.
Bagaimanapun juga, sebuah kerumunan berteriak di rawa.
Tiba-tiba seseorang memerintahkan lizardmen untuk
menyerang.
Dan itu yang menyebabkan pecahnya perang antara orc dan
lizardmen..
◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊
Penguasa rawa-lizardmen.
Menguasai kekuatan bertarung yang tinggi dan mereka bisa
bergerak bebas diatas lumpur dan rawa.
Bersembunyi di rerumputan, mereka menyerang pasukan orc,
dan meyerang diam-diam.
Semuanya sesuai dengan rencana.
Dia sudah mengunci pemimpin sebelumnya di penjara bawah
tanah, mengatur kembali pasukan, dan memindahkan mereka semua ke permukaan.
Dan , membuat formasi bertarung dengan cepat, dia mulai
menyerang para orc.
Gabil tidak sepenuhnya bodoh. Dia mungkin kurang bisa
melihat keadaan seluruhnya, tapi dia mampu untuk memimpin pasukan untuk
bertarung.
Kemampuan yang diturunkan dari ayahnya, pemimpin
sebelumnya.
Para lizardmen menghormati kekuatan.
Meski begitu, mereka tak akan mengikuti seseorang karena
kekuatannya saja.
Gabil adalah seorang idola. Untuk kebaikannya, dia harus
menunjukkan kemampuannya.
Bagaimanapun juga…..
Dia meninggalkan seribu pasukan untuk menjaga ruanganutama.
Itu dihuni oleh wanita dan penduduk biasa. Jika mereka
diharuskan, para wanita juga bisa bertarung, tapi mereka kurang kekuatan.
Untuk alasan itu, dia juga mengirim 500 pasukan ekstra
untuk ruangan utama.
Itu dia, Gabil memutuskan untuk mengurangi bantuan yang di
garis pertahanan untuk bertarung di terowongan.
Setelah menyelesaikan perpindahan pasukan, Gabil
mendapatkan kontrol penuh dari pasukannya.
Jumlah mereka, 7000 goblin dan 8000 lizardmen.
Itu adalah kekuatan tempur mereka.
Tanpa bergantung pada labirin, dia menuju musunya di
permukaan.
Setelah membuang pertahanannya, dia menyuruh semuanya
bertarung.
Serangan pertama seperti yang telah dijelaskan.
Mereka sukses memecah musuh dan menyerang sisi samping
musuh.
Orac yang dipisahkan oleh lizardmen diburu oleh para
goblin.
Mengikuti perintah Gabil dari surat, para pasukan
melakukannya dengan baik.
Para goblin juga, bertarung dengan baik. Bagaimanapun juga,
mereka bisa mengikuti pasukan yang lain.
Kesuksesan serangan tergantung dari kerjasama setiap unit.
Lihatlah!
Pikir Gabil. Tidak perlu kita takut pada orc!
Ayah sudah bertambah tua. Jadi dia takut secara tidak
perlu.
Aku akan menenangkan ketakutannya.
Setelah melihat pencapaianku, dia akan mengakuiku sebagai
pemimpin selanjutnya. Untuk itu, kita harus membersihkan para orc sekarang.
Mungkin skenario ini direncanakan untuk memberikan
kepemimpinan padaku! Begitu pikirnya.
Teriakan kesenangan memenuhi peperangan.
Lihat mereka! Para orc rendahan tidak ada apa-apanya di
hadapan para lizardmane!
Bangga dengan pekerjaannya,Gabil mengamati medan perang.
Semuanya berjalan baik…. sampai sekarang.
Kehilangan banyak pasukan, pasti keputus asaan teleh
menyelimuti para orc.
Tapi Gabil tidak mengerti terror sebenarnya Orc Lord.
Pemimpin sudah tahu bagaimana terror sebenarnya dari Orc
Lord.
Perbedaan itu sekarang menunjukkan taringnya.
*Guchaguchaguchaguchagucha*
Para orc melangkahi temannya yang mati.
Dengan kaki dan tangannya melewatintinya. Tidak, Tunggu!
Mereka tak melangkahinya, mereka memakannya. Pemandangan
yang menjijikkan.
Para lizardmen yang berani, yang ditempa di banyak
pertempudan, ini adalah pemandangan yang langka.
Aura yang jahat menyelimuti para orc.
Prajurit yang takut dengan pemandangan ini, mencoba untuk
mundur.
Tanpa melewatkan kesempatan ini, orc menyerang prajurit
itu.
Dia diseret ke lumpur dan semua bagian tubuhnya dirobek.
Sejak perang dimulai, dia adalah korban pertama.
Dan dimulailah itu semua.
Para orc yang memakan prajurit yang terpisah mendapatkan
kemampuan mereka.
Kemampuannya tidak seperti [Predator], dan tidak bisa
meniru kemampuan mereka dengan sempurna.
Biarpun begitu, mereka menyerap kekuatan lizardmen, dan
dibagi dengan teman mereka.
Itu adalah salah satu efek dari skill unik [Starving Ones.]
Mereka adalah satu kesatuan meskipun itu diri mereka
sendiri.
Sekali-lagi, mirip seperti dengan evolusi bersama dari
spesies Fang Wolf.
Ini mengapa pemimpin sebelumnya tidak membiarkan
prajuritnya mati.
Untuk membuatnya tidak berkembang lebih jauh.
Meskipun mereka tak bisa mendapatkan semua kemampuan dari
yang mereka makan, mereka tetap mendapatkan kemampuan spesial.
Contohnya, kemampuan para lizardmen untuk berjalan di lumpur
dan rawa dengan bebas.
Contohnya, menumbuhkan sisik di area vital mereka untuk
bertahan.
Hal semacam itu yang bisa mereka lakukan.
Bagaimanapun jugaa, itulah bagaimana mereka bisa mengubah
alur peperangan.
[Jangan takut! Tunjukkan mereka seberapa tingginya
kemampuan dan kebanggaan para Lizardmen!!!]
Lizardmen yang mendapatkan suntikan moral dari teriakan
Gabil.
Mereka adalah penguasa rawa yang bertarung di tanahnya
sendiri, mereka menyerang lagi.
Mereka tetap lebih cepat dari para Orc, mereka yakin sekali
tentang itu.
Meskipun mereka kalah jumlah, mereka hanya harus mundur ke
garis pertahanan dan menyerang lagi.
Bagaimanapun juga!
Saat mereka mencoba meyerang sisi orc lagi, mereka bertemu
dengan formasi yang sudah disiapkan.
Pergerakan orc menjadi lebih cepat.
Aneh. Pikir Gabil, tapi itu sudah terlambat.
Tanpa keunggulan di kecepatannya, mereka sekarang
dikelilingi oleh banyak orc.
5000 orc telah memutus jalur pelarian Gabil.
Dan mereka menekan serangan mereka.
Terlalu percaya dengan kecepatannya, mereka mengejar dengan
membabi-buta para orc yang mundur, dan akhirnya mereka dikelilingi.
Mungkin jika para orc tidak dipengaruhi oleh tuan mereka,
grup Gabil mungkin sudah tidak akan seperti ini.
Salah satunya mungkin bisa memperkirakannya. Nyatannya,
mereka sekarang telah dikepung.
Seperti semut yang menutup jalur pelarian mangsanya,
begitulah keadaan para orc sekarang.
Meskipun mereka bertarung dengan seluruh kekuatan mereka,
mereka akan kalah nantinya.
Bagaimana mungkin? Gabil tak mengerti.
Dia mencoba untuk mengunmpulkan pasukannya, meneriakkan
kata-kata penyemangat.
Bagaimanapun juga, para goblin yang keluar dari formasi
karena panik, dan para lizardmen yang gemetar khawatir.
Ini buruk. Berpikir seperti itu, dia ingin memerintahkan
untuk mundur…. bahkan dia juga mengerti kalau dia tidak punya tempat untuk
lari.
Untuk mengumpulkan mereka semua dalam 1 bendera, dia
menyuruh para prajurit untuk mengosongkan gua.
Bahkan jika dia memerintahkan untuk mundur ke terowongan,
jalan masuknya terlalu sempit.
Para goblin yang lari duluan pasti akan menghalangi jalan
mereka.
Dan tanpa jalan masuk, mereka akan dibantai oleh para orc.
Dan jika mereka berlari ke hutan… mereka akan disergap dan
dibantai.
Mereka tak bisa mundur.
Gabil sangat memahami itu,
Mengapa ayah bertarung sangat pengecut? Dia akhirnya
mengerti.
Seberapa bodohnya aku? Pikir Gabil. Tapi tak ada waktu
untuk meyesal sekarang.
Sekarang, Gabil memiliki hal yang harus dilakukan.
Menaikkan moral dan mengurangi kekhawatiran para prajuritnya.
[Guwahahahah! Wajah khawatir apa ang kalian semua buat! Aku
disini! Tidak mungkin aku akan kalah dengan para orc rendahan!]
Ya dengan menyemangati para sekutunya dengan mengatakan
sesuatu yang bahkan ia tidak percaya.
Takdir mereka telah diputuskan…..
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
Ah…
Pemimpin lizardmen bernafas panjang.
Dia dipenuhi penyesalan.
Itu, untuk itu, dia sudah menyebitkan tentang terror
tentang Orc Lord yang ada di dongeng.
Tidak, dia sudah menyebutkannya di waktu yang lain.
Bagaimanapun juga, fakta kalau dia tidak bisa menghentikan terror itu adalah
penyesalannya yang terbesar.
Jika dia menjelaskannya dengan benar, mungkin Gabil akan
lebih waspada.
Tapi terlambat. Dengan nafas panjang, dia menyingkirkan
pemikiran itu.
Mereka masih memiliki sasuatu yang bisa dilakukan.
Jenisnya, berkumpul di satu ruangan, salah satunya bisa
kabur.
Para orc tidak mungkin datang dari rute darurat… mungkin.
Itu adalah jalan langsung k ehutan. Itu adalah satu-satunya jalan dia tak
mungkin tersesat, karena mereka yang membuatnya sendiri.
Terlebih lagi, mereka perlu untuk mengamati 4 lainnya.
Unit yang bertarung di terowongan mulai mundur dan
berkumpul di ruangan utama.
Pertahanan ruangan utaman sekarang dijaga oleh 1500
prajurit. Disini juga mungkin tempat yang tidak bisa mundur lagi.
Disisi lain, para orc tidak terhitung.
Mereka mungkin akan menemukan tempat ini.
Semoga saja, para prajurit tersisia akan kembali sebelum
mereka….
Pemimpin melihat sejenak rute pelarian.
Dengan semua saudaranya berkumpul, ruangan ini serasa
sangat sesak.
Jika mereka kabur saat sadar, itu sulit untuk membayangkan
mereka akan mundur dengan aman.
Mungkin mereka bisa mengevakuasi kelompok kecil sekarang.
Apapun yang ia pilih, situasinya akan menjadi kacau.
Bagaimanapun juga, dia harus mengurasi potensi kekacauan apapun yang terjadi.
Dan jika mereka berhasil kabur, bertahan hidup tidak
mungkin.
Karena itu, pemimpin tidak bisa menyuruh untuk evakuasi.
Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan adalah mengulur
waktu.
Apakah mereka bergerak atau tidak, dia tidak tahu,tapi dia
masih bertaruh dengan bala bantuan.
Pemimpin menderita seperti itu akan berlangsung selamanya.
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
Kapten penjaga lizardmen kabur ke hutan.
Merasakan aura yang kuat, dia menuju ke aura itu.
Meskipun para lizardmen memiliki kemampuan bergerak yang
hebat di rawa, hal yang sama tidak bisa ia lakukan di hutan.
Nafasnya terengah-engah, detak jantungnya tak stabil,
kapten lelah dengan cepak.
Bagaimanapun juga, dia harus tetap lari.
Larinya mungkin akan menentukan masa depan spesiesnya.
Dan seperti itu ia terus berlari selama 3 jam.
Melewati batas dirinya, dia terus melewatinya.
Menekannya dengan keinginan semata, dia bisa pingsan setiap
saat.
Dia mengerti sekali tentang itu.
Terlebih lagi, dia tidak tahu kalau Iblis bernama Souei ada
disana.
Apakah dia setuju untuk membantu, dia juga tak tahu.
Apakah itu cukup untuk menghentikan larinya?
Pemikiran itu mengkikis pikirannya. Bagaimanapun juga, ia
menolak memikirkan itu.
Dia gagal menghentikan kebodohan Gabil. Jadi dia percaya.
Dia tahu kalau Gabil ingin diakui oleh pemimpin.
Bagaimanapun juga, ia tak pernah menyebutkannya. Pahlawan
Lizardmen, Gabil.
Dia adalah orang yang menghormati Gabil.
Untuk bertanggung jawab akan kesalahannya, kapten tidak
bisa membuang misinya.
Jika ia berhenti ia tak akan bisa lari lagi.
Dengan itu, ia terus menahannya.
Ada seseorang yang melihat orang yang berlari dengan putus
asa.
Meskipun kapten tidak bisa menyadari itu.
Yang mendekati kapten tanpa suara dari cabang ke cabang.
Apakah dia berbicara dengan seseorang? Tanpa lawan bicara
dan tanpa suara, dia muncul ditengah percakapan.
Setelah itu terjadi, dia mengangguk sekali.
Dan,
[Perintahmu akan kulaksanakan. Aku akan melakukan apa yang kamu
perintahkan.]
Bergumam begitu, dia turun tepat di depan kapten.